Korea Selatan Jadikan Pabrik sebagai Arena Baru Persaingan Teknologi AI
Jurna Core – Korea Selatan mulai menempatkan fasilitas manufaktur sebagai bagian penting dalam strategi kecerdasan buatan. Negara tersebut memiliki basis industri kuat pada sektor semikonduktor, otomotif, baja, dan pembuatan kapal. Kini, kekuatan itu dipadukan dengan AI untuk menciptakan sistem produksi yang semakin cerdas. Pendekatan tersebut berbeda dari persaingan yang hanya berpusat pada model AI atau layanan cloud. Sebaliknya, teknologi diarahkan agar dapat bekerja langsung bersama mesin, robot, dan proses produksi. Karena itu, pabrik berpotensi menjadi tempat penting untuk menguji kemampuan AI di dunia nyata. Strategi ini juga membuka peluang bagi industri Korea untuk membangun keunggulan baru dari data produksi yang selama ini mereka miliki.
Baca Juga: Komdigi Perketat Aturan Digital, 25 PSE Terancam Diblokir Nasional
Data Manufaktur Menjadi Modal Penting Pengembangan AI
Data menjadi salah satu aset utama dalam perkembangan AI modern. Dalam konteks Korea Selatan, pabrik dapat menghasilkan data dari ribuan aktivitas setiap hari. Mesin mencatat suhu, tekanan, kecepatan produksi, penggunaan energi, hingga hasil pemeriksaan kualitas. Kemudian, informasi tersebut dapat membantu sistem AI mengenali pola yang sulit terlihat secara manual. Selain itu, data industri mempunyai karakter berbeda dibandingkan informasi dari internet. Data tersebut berasal dari aktivitas fisik dan kondisi produksi nyata. Oleh sebab itu, nilainya semakin besar ketika perusahaan mulai mengembangkan physical AI. Teknologi ini dirancang untuk memahami lingkungan, berinteraksi dengan mesin, dan menjalankan tugas secara langsung. Dengan basis manufaktur yang besar, Korea memiliki sumber data yang dapat mendukung perkembangan teknologi tersebut.
Perusahaan Teknologi dan Industri Mulai Bergerak Bersama
Transformasi manufaktur tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan satu teknologi. Karena itu, Korea Selatan mendorong keterhubungan antara perusahaan industri, penyedia komputasi, pengembang AI, dan perusahaan robotika. Samsung Electronics, misalnya, mengembangkan inovasi yang berkaitan dengan proses produksi semikonduktor. Sementara itu, SK Group memperkuat infrastruktur komputasi untuk mendukung AI dan robotika industri. Hyundai Motor Group juga mengembangkan pemanfaatan AI untuk produksi serta teknologi kendaraan. Di sisi lain, NVIDIA memiliki peran melalui teknologi komputasi AI yang dapat digunakan untuk pengembangan sistem industri. Kolaborasi tersebut menunjukkan perubahan penting. AI tidak lagi dipandang sebagai perangkat lunak yang berdiri sendiri. Sebaliknya, teknologi ini mulai menjadi bagian dari ekosistem manufaktur yang lebih luas.
Robot Humanoid Mulai Mendekati Lini Produksi
Robot menjadi salah satu bentuk paling nyata dari perkembangan physical AI. Hyundai Motor Group, misalnya, mengintegrasikan kemampuan manufakturnya dengan teknologi robotika Boston Dynamics. Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah Atlas. Robot humanoid tersebut dipersiapkan untuk bekerja di lingkungan produksi yang sebelumnya sangat bergantung pada tenaga manusia dan mesin konvensional. Rencana penerapannya mencakup fasilitas Hyundai Motor Group Metaplant America di Georgia, Amerika Serikat, mulai 2028. Namun, tujuan pengembangan robot industri bukan sekadar otomatisasi. Robot generasi baru diharapkan mampu belajar dari lingkungan dan menyesuaikan gerakan berdasarkan kondisi produksi. Jika pendekatan tersebut berjalan efektif, pabrik dapat berubah menjadi ruang kolaborasi antara manusia, mesin otomatis, dan AI.
Pabrik Bisa Berubah Menjadi Tempat AI Terus Belajar
Salah satu kekuatan strategi Korea Selatan terletak pada hubungan antara data dan aktivitas produksi. Sebuah robot dapat bekerja di pabrik sambil menghasilkan data dari tugas yang dijalankannya. Selanjutnya, data tersebut digunakan untuk meningkatkan model AI. Sistem yang telah diperbarui kemudian kembali diterapkan pada robot atau mesin produksi. Proses ini menciptakan siklus pembelajaran yang terus berulang. Selain meningkatkan efisiensi, pendekatan tersebut dapat membantu perusahaan menemukan masalah lebih cepat. Misalnya, AI dapat mengenali pola yang mengarah pada gangguan mesin sebelum kerusakan besar terjadi. Namun, penerapan seperti ini tetap membutuhkan pengawasan manusia, keamanan sistem, dan data berkualitas. Dengan kombinasi tersebut, pabrik dapat berkembang menjadi laboratorium AI dalam skala industri.
Industri Kapal Ikut Memanfaatkan Kecerdasan Buatan
Transformasi AI tidak berhenti pada industri semikonduktor dan otomotif. Industri pembuatan kapal Korea Selatan juga mulai mengembangkan pendekatan serupa. HD Hyundai mendorong pengembangan galangan kapal yang lebih cerdas dan otomatis menuju 2030. Salah satu teknologinya adalah Shipbuilding AI Master Agent. Sistem ini dirancang untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman teknisi dalam membantu proses pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut cukup relevan karena pembangunan kapal memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Setiap proyek melibatkan desain, material, keselamatan, logistik, dan ribuan komponen. Oleh karena itu, AI berpotensi membantu teknisi mengolah informasi dalam jumlah besar. Meski begitu, pengalaman manusia tetap memiliki peran penting. AI lebih tepat digunakan sebagai alat pendukung agar keputusan dapat dibuat secara cepat dan berdasarkan data.
Physical AI Membuka Babak Baru Teknologi Manufaktur
Perkembangan physical AI dapat membawa perubahan besar bagi Korea Selatan. Berbeda dari chatbot atau aplikasi generatif, teknologi ini berinteraksi langsung dengan lingkungan fisik. Robot harus mampu memahami posisi benda, membaca situasi, serta melakukan tindakan dengan aman. Karena itu, pengembangannya membutuhkan kombinasi perangkat lunak, sensor, robotika, dan kemampuan komputasi tinggi. Industri manufaktur memberikan lingkungan yang ideal untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Ada pekerjaan berulang, data produksi, serta kondisi yang dapat diukur secara konsisten. Selain itu, hasil penerapan teknologi juga dapat terlihat secara langsung. Perusahaan dapat mengukur apakah AI benar-benar meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan, atau membuat proses lebih efisien. Faktor inilah yang membuat manufaktur menjadi arena penting dalam perkembangan AI berikutnya.
Korea Selatan Mendorong Kolaborasi dalam Ekosistem AI
Transformasi industri juga membutuhkan jaringan yang lebih luas. Oleh sebab itu, Korea Selatan mendorong kolaborasi melalui M.AX Alliance atau AI Transformation in Manufacturing. Hingga Agustus 2026, sekitar 1.500 organisasi disebut telah berpartisipasi dalam inisiatif tersebut. Jumlah itu menunjukkan bahwa transformasi manufaktur tidak hanya menjadi agenda perusahaan teknologi besar. Perusahaan komponen, pengembang perangkat lunak, penyedia infrastruktur, hingga pelaku industri dapat mengambil peran. Kolaborasi menjadi semakin penting karena tidak semua perusahaan memiliki kemampuan membangun sistem AI sendiri. Selain modal besar, teknologi ini membutuhkan tenaga ahli dan infrastruktur komputasi. Melalui ekosistem yang saling terhubung, teknologi dapat diterapkan secara lebih luas tanpa mengharuskan setiap perusahaan mengembangkan semuanya dari awal.
Baca Juga: Risiko AI terhadap Manusia dan Skenario yang Perlu Diwaspadai
Kesenjangan Adopsi AI Menjadi Tantangan Berikutnya
Meski perkembangannya menjanjikan, Korea Selatan masih menghadapi kesenjangan penggunaan AI. Perusahaan besar memiliki modal dan infrastruktur yang jauh lebih kuat dibandingkan usaha kecil dan menengah. Pada sektor manufaktur, kesenjangan tingkat adopsi AI antara perusahaan besar dan UKM mencapai sekitar 24,2 poin persentase. Sebagai perbandingan, kesenjangan pada sektor jasa berada sekitar 9,2 poin. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa transformasi teknologi belum berlangsung merata. Padahal, rantai pasok industri biasanya melibatkan banyak perusahaan dengan ukuran berbeda. Jika hanya perusahaan besar yang menggunakan AI, peningkatan produktivitas dapat menjadi tidak seimbang. Karena itu, akses terhadap infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, dan solusi AI yang lebih terjangkau akan menjadi faktor penting dalam tahap berikutnya.
Pabrik Bisa Menjadi Kekuatan Baru Korea Selatan di Era AI
Persaingan AI global semakin luas dan tidak lagi hanya berbicara tentang siapa yang memiliki model paling canggih. Korea Selatan mencoba memanfaatkan keunggulan yang sudah dimilikinya, yaitu manufaktur berteknologi tinggi. Strategi tersebut cukup masuk akal karena AI pada akhirnya perlu menghasilkan manfaat yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata. Pabrik menyediakan lingkungan untuk menguji teknologi secara langsung, sekaligus menghasilkan data baru untuk pengembangan berikutnya. Jika integrasi antara AI, robotika, semikonduktor, otomotif, dan industri berat terus berkembang, posisi manufaktur juga dapat berubah. Pabrik tidak lagi sekadar tempat menghasilkan barang. Sebaliknya, fasilitas produksi berpotensi menjadi pusat pembelajaran AI yang terus berkembang bersama manusia dan mesin.
