Amazon Tinggalkan Fire Tablet, Tiga Alexa Tablet Kini Pakai Android

Amazon Tinggalkan Fire Tablet, Tiga Alexa Tablet Kini Pakai Android

Jurna Core – Amazon melakukan perubahan besar pada lini tabletnya dengan memperkenalkan keluarga Alexa Tablet. Kehadiran perangkat baru ini sekaligus menandai berakhirnya penggunaan merek Fire Tablet yang telah bertahan sekitar 15 tahun. Namun, perubahan tersebut bukan sekadar soal nama. Amazon juga mengubah pendekatan perangkat lunaknya agar lebih dekat dengan pengalaman tablet Android pada umumnya. Alexa Tablet kini hadir dengan Android serta akses ke berbagai layanan Google, termasuk Google Play Store. Sebelumnya, Fire Tablet mengandalkan Fire OS yang sebenarnya dibangun berbasis Android. Meski begitu, sistem tersebut tidak terintegrasi langsung dengan ekosistem Google. Pengguna lebih banyak mengandalkan Amazon Appstore untuk memasang aplikasi. Karena itu, perubahan kali ini terasa cukup signifikan. Amazon tampaknya ingin membuat tabletnya lebih fleksibel tanpa meninggalkan layanan digital yang selama ini menjadi identitas perusahaan.

Baca Juga: Energy Score Galaxy Watch Ultra2 Bantu Pantau Kebugaran, Begini Cara Kerjanya

Android dan Play Store Membuat Ekosistem Terasa Lebih Terbuka

Keputusan Amazon membuka akses terhadap ekosistem Android menjadi salah satu perubahan paling menarik. Kehadiran Google Play Store memberi pengguna pilihan aplikasi yang jauh lebih luas dibandingkan pendekatan Fire OS sebelumnya. Dengan demikian, konsumen tidak lagi terlalu bergantung pada katalog Amazon Appstore. Strategi tersebut juga dapat membuat Alexa Tablet lebih mudah diterima pengguna Android. Mereka tidak perlu banyak beradaptasi ketika berpindah dari smartphone atau tablet merek lain. Meski demikian, Amazon tidak meninggalkan layanan miliknya sendiri. Prime Video, Kindle, Audible, Amazon Music, dan Amazon Luna tetap tersedia sebagai bagian dari pengalaman perangkat. Perpaduan tersebut menciptakan posisi yang menarik. Alexa Tablet kini tidak hanya menjadi pintu menuju layanan Amazon, tetapi juga perangkat Android yang lebih fleksibel. Bagi konsumen, perubahan ini bisa menjadi alasan penting untuk kembali mempertimbangkan tablet buatan perusahaan tersebut.

Alexa Plus Menjadi Penghubung Utama Tiga Tablet Baru

Meski beralih ke Android, identitas Alexa tetap menjadi pusat pengalaman pengguna. Ketiga model baru mendukung Alexa Plus, asisten berbasis AI yang dapat menerima berbagai perintah suara. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan, meminta rekomendasi, hingga menggunakan bantuan AI untuk menyelesaikan tugas tertentu. Pendekatan ini cukup masuk akal karena persaingan tablet kini tidak lagi hanya mengandalkan ukuran layar atau kapasitas RAM. Kemampuan perangkat lunak dan kecerdasan buatan mulai memiliki peran lebih besar. Amazon memiliki keuntungan karena Alexa telah lama dikenal sebagai bagian dari ekosistem perangkat pintar. Oleh sebab itu, integrasi Alexa Plus berpotensi menjadi pembeda saat Alexa Tablet bersaing dengan berbagai tablet Android lainnya. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada seberapa alami AI tersebut digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Fitur yang canggih akan lebih bernilai ketika benar-benar membantu pengguna, bukan sekadar menjadi tambahan pada daftar spesifikasi.

Alexa Tablet 8 Menjadi Pilihan Paling Ringkas dan Terjangkau

Amazon Alexa Tablet 8 ditempatkan sebagai model awal dalam keluarga baru tersebut. Perangkat ini memiliki layar 8,7 inci sehingga ukurannya relatif ringkas untuk kebutuhan membaca, streaming, maupun penggunaan ringan sehari-hari. Di balik bodi aluminiumnya, Amazon menggunakan chip octa-core MediaTek 8189. Chip tersebut dipadukan dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal sebesar 128 GB. Untuk kebutuhan kamera, bagian belakang membawa sensor 8 MP, sedangkan kamera depan memiliki resolusi 5 MP. Perangkat ini juga mendukung Wi-Fi 6 serta dua speaker stereo. Sementara itu, daya tahan baterainya diklaim mencapai 14 jam untuk pemutaran video. Dengan harga mulai 230 dollar AS atau sekitar Rp4,1 juta, model ini menyasar pengguna yang menginginkan tablet praktis tanpa spesifikasi berlebihan. Alexa Tablet 8 tersedia dalam pilihan warna Graphite, Teal, dan Rosette.

Alexa Tablet 11 Menawarkan Layar Lebih Tajam dan RAM Besar

Bagi pengguna yang membutuhkan layar lebih luas, Alexa Tablet 11 menawarkan peningkatan yang cukup terasa. Tablet ini menggunakan panel 11 inci beresolusi 2,5K dengan refresh rate 90 Hz. Kombinasi tersebut membuat tampilan berpotensi terasa lebih tajam dan pergerakan animasi terlihat lebih halus. Amazon masih menggunakan MediaTek 8189 seperti model 8 inci. Namun, kapasitas RAM meningkat menjadi 8 GB, sementara penyimpanan internal tetap 128 GB. Kamera depan dan belakang masing-masing memiliki resolusi 8 MP. Di sektor audio, perangkat menggunakan speaker stereo yang dilengkapi Dolby Atmos. Wi-Fi 6 juga tersedia untuk mendukung konektivitas nirkabel. Selain itu, Amazon mengeklaim baterainya mampu digunakan hingga 15 jam untuk memutar video. Alexa Tablet 11 dibanderol mulai 330 dollar AS atau sekitar Rp6 juta dan tersedia dalam warna Graphite, Amethyst, serta Matcha.

Baca Juga: Teknologi AI dan GPS Bantu Aerotrans Pangkas Biaya hingga Rp200 Juta

Alexa Tablet 12 Pro Membawa Spesifikasi Paling Serius

Posisi tertinggi ditempati Alexa Tablet 12 Pro yang membawa spesifikasi lebih agresif. Perangkat ini memiliki layar 12 inci dengan resolusi 2.800 x 1.840 piksel. Refresh rate 120 Hz juga tersedia untuk memberikan pengalaman visual yang lebih mulus. Berbeda dari dua model lainnya, versi Pro menggunakan MediaTek Dimensity 8400. Chip tersebut ditemani RAM 8 GB dan penyimpanan internal 128 GB. Kamera belakangnya memiliki resolusi 13 MP, sementara kamera depan menggunakan sensor 8 MP. Amazon turut meningkatkan konektivitas menjadi Wi-Fi 6E. Kemudian, sektor audio mengandalkan empat speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Daya tahan baterai diklaim mencapai 16 jam untuk pemutaran video. Dengan spesifikasi tersebut, Alexa Tablet 12 Pro terlihat diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan perangkat hiburan dan produktivitas lebih serius. Harganya dimulai dari 500 dollar AS atau sekitar Rp9 juta.

Tiga Pilihan Harga Membuat Alexa Tablet Menjangkau Segmen Berbeda

Strategi tiga model memberi Amazon ruang untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda. Alexa Tablet 8 menjadi opsi paling ekonomis dengan harga mulai 230 dollar AS. Sementara itu, Alexa Tablet 11 berada di kelas menengah dengan harga mulai 330 dollar AS. Pengguna yang menginginkan layar lebih besar dan performa lebih tinggi dapat memilih Alexa Tablet 12 Pro seharga mulai 500 dollar AS. Selisih harga tersebut sejalan dengan peningkatan layar, RAM, audio, konektivitas, serta performa. Menariknya, Amazon tidak sekadar membedakan produk berdasarkan ukuran layar. Setiap tingkat menawarkan alasan yang cukup jelas untuk naik ke model berikutnya. Ketiga tablet tersebut sudah memasuki masa pre-order di Amerika Serikat. Pengiriman dijadwalkan mulai 14 Oktober 2026. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan Alexa Tablet dipasarkan di Indonesia.

Perubahan Strategi Amazon Bisa Membuat Persaingan Tablet Makin Menarik

Peralihan dari Fire Tablet menuju Alexa Tablet menunjukkan perubahan strategi yang lebih luas. Amazon tampaknya menyadari bahwa ekosistem tertutup dapat menjadi hambatan ketika konsumen sudah terbiasa dengan layanan Google. Karena itu, dukungan Android dan Play Store berpotensi menjadi nilai jual yang lebih penting daripada sekadar perubahan nama. Di sisi lain, perusahaan tetap memiliki Alexa Plus dan berbagai layanan konten sebagai pembeda. Kombinasi tersebut dapat membuat Alexa Tablet berada di posisi unik. Pengguna memperoleh fleksibilitas Android, tetapi masih mendapatkan integrasi kuat dengan layanan Amazon. Meski begitu, tantangan sesungguhnya baru terlihat ketika perangkat mulai digunakan konsumen. Harga, kualitas layar, performa, pembaruan perangkat lunak, serta pengalaman Alexa Plus akan menentukan daya tariknya. Jika semuanya berjalan konsisten, Alexa Tablet berpeluang menjadi awal baru yang lebih kompetitif dibandingkan generasi Fire sebelumnya.