Sering Alami Migrain, Wanita Ini Syok Setelah Menemukan Benda Asing di Telinga

Sering Alami Migrain, Wanita Ini Syok Setelah Menemukan Benda Asing di Telinga

Jurna Core – Banyak orang menganggap migrain dan nyeri telinga sebagai dua keluhan yang tidak saling berkaitan. Namun, pengalaman seorang wanita asal South Yorkshire, Inggris, menunjukkan bahwa gejala yang berlangsung terus-menerus terkadang perlu diperiksa lebih mendalam. Sering Alami Migrain menjadi bagian dari keluhan yang dirasakan Megan Lindley sejak pertengahan 2025. Selain sakit kepala, ia juga mengalami rasa tidak nyaman di telinga setiap kali membersihkannya menggunakan cotton bud. Awalnya, ia menduga penyebabnya berkaitan dengan kondisi kesehatan yang sedang dialaminya. Akan tetapi, pemeriksaan sederhana menggunakan kamera pembersih telinga justru mengungkap temuan yang sama sekali tidak ia bayangkan.

Baca Juga: Gen Bukan Satu-Satunya Penyebab, Obesitas Jadi Faktor Penting Diabetes Tipe 2

Keluhan Berawal dari Nyeri Telinga yang Tidak Kunjung Hilang

Megan mulai merasakan nyeri ringan pada telinga yang disertai sakit kepala berulang pada Juli 2025. Meskipun gejalanya tidak langsung mengganggu aktivitas sehari-hari, rasa tidak nyaman tersebut terus muncul dalam waktu cukup lama. Selain itu, ia juga merasakan sensasi aneh setiap kali membersihkan telinganya. Menurut pengakuannya, sensasi tersebut terasa seperti menggosokkan sikat kecil pada bagian dalam telinga. Kondisi itu membuatnya semakin penasaran karena berbeda dari pengalaman sebelumnya. Di sisi lain, gejala yang berlangsung terus-menerus memang menjadi alasan yang tepat untuk mencari penyebabnya, terutama ketika rasa nyeri tidak menunjukkan tanda-tanda membaik.

Kondisi Autoimun Membuat Rasa Cemas Semakin Besar

Beberapa waktu sebelum kejadian tersebut, Megan diketahui baru menerima diagnosis dua penyakit autoimun. Karena itu, ia sempat menghubungkan keluhan yang muncul dengan kondisi kesehatannya. Bahkan, ia mengaku sempat khawatir ada serangga yang masuk ke dalam liang telinga. Kekhawatiran seperti ini sebenarnya cukup umum ketika seseorang mengalami gejala yang tidak biasa. Meski demikian, dugaan awal belum tentu menggambarkan penyebab sebenarnya. Oleh sebab itu, pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting agar tidak muncul kesimpulan yang keliru maupun kecemasan yang berlebihan.

Kamera Pembersih Telinga Mengungkap Temuan Tak Terduga

Didorong rasa penasaran, Megan menggunakan kamera pembersih telinga milik kekasihnya. Perangkat tersebut berbentuk stik kecil yang dapat terhubung ke telepon pintar melalui jaringan Wi-Fi sehingga kondisi di dalam liang telinga terlihat secara langsung. Ketika kamera mulai masuk ke saluran telinga, ia melihat untaian hitam yang tampak cukup besar. Pada pandangan pertama, ia mengira benda tersebut adalah seekor laba-laba. Reaksi terkejut itu dapat dipahami karena bentuknya memang menyerupai kaki serangga. Namun, setelah kamera didekatkan, benda tersebut ternyata memiliki bentuk yang berbeda dari dugaan awal.

Bulu Mata Palsu Ternyata Menempel Dekat Gendang Telinga

Setelah diperiksa lebih teliti, benda asing itu diketahui merupakan bulu mata palsu yang terlepas. Posisinya berada sangat dekat dengan gendang telinga sehingga berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman. Megan menduga bulu mata palsu jenis cluster yang dipakainya copot saat ia tidur, kemudian tanpa disadari masuk ke dalam liang telinga. Walaupun kejadian seperti ini tergolong jarang, benda kecil memang dapat berpindah ke lokasi yang tidak terduga. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa aksesori berukuran kecil tetap memerlukan perhatian, terutama ketika digunakan dalam waktu lama atau saat beristirahat.

Proses Mengeluarkan Benda Asing Berlangsung dengan Hati-Hati

Mengeluarkan benda asing yang berada dekat gendang telinga tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Megan mengungkapkan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit karena posisi bulu mata menempel pada bagian dalam liang telinga. Setelah berhasil dikeluarkan, ia sempat merasakan pusing dan iritasi ringan. Namun, beberapa waktu kemudian keluhan sakit kepala dan nyeri telinga yang selama ini dirasakannya mulai menghilang. Meski hasil akhirnya baik, tindakan mengambil benda asing dari telinga tetap harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak melukai jaringan yang sensitif.

Baca Juga: Magnesium Bantu Atasi Susah Tidur? Ini Kata Studi

Apakah Benda Asing Bisa Memicu Nyeri Telinga dan Sakit Kepala?

Secara umum, benda asing yang masuk ke dalam liang telinga dapat menyebabkan iritasi, rasa penuh, nyeri, hingga gangguan pendengaran sementara. Pada sebagian orang, rasa tidak nyaman tersebut juga dapat disertai sakit kepala. Namun, penting dipahami bahwa migrain memiliki banyak penyebab dan tidak selalu berkaitan dengan kondisi telinga. Oleh karena itu, pengalaman Megan tidak dapat dijadikan dasar bahwa semua migrain disebabkan oleh benda asing. Setiap keluhan perlu dinilai berdasarkan gejala, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan tenaga medis agar penyebabnya dapat dipastikan secara tepat.

Hindari Mengorek Telinga Jika Muncul Keluhan yang Tidak Biasa

Ketika telinga terasa nyeri atau diduga terdapat benda asing, banyak orang tergoda untuk mengorek bagian dalam menggunakan cotton bud atau alat lain. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat mendorong benda semakin dalam atau meningkatkan risiko cedera pada liang telinga maupun gendang telinga. Selain itu, penggunaan alat yang tidak steril juga berpotensi memicu infeksi. Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis THT, tetap menjadi pilihan yang paling aman apabila keluhan berlangsung lama atau disertai gangguan pendengaran, keluar cairan, maupun nyeri hebat.

Kisah Megan Menjadi Pengingat Pentingnya Memperhatikan Gejala Tubuh

Pengalaman Megan Lindley memperlihatkan bahwa gejala yang tampak sederhana terkadang memiliki penyebab yang tidak terduga. Walaupun kasus seperti ini jarang terjadi, rasa nyeri yang terus muncul tetap layak diperiksa agar penyebabnya diketahui sejak dini. Di sisi lain, masyarakat juga perlu berhati-hati dalam menarik kesimpulan dari kisah yang viral. Tidak semua migrain berkaitan dengan telinga, dan tidak semua nyeri telinga disebabkan oleh benda asing. Dengan memperhatikan gejala, menghindari penanganan yang berisiko, serta berkonsultasi dengan tenaga medis ketika diperlukan, kesehatan telinga dapat dijaga dengan lebih baik dan berbagai komplikasi dapat diminimalkan.