Bocoran iPhone Lipat Apple Makin Panas, Harga Tertinggi Nyaris Rp60 Juta

Bocoran iPhone Lipat Apple Makin Panas, Harga Tertinggi Nyaris Rp60 Juta

Jurna Core – iPhone Lipat kembali menjadi perbincangan menjelang Apple Event yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026. Perangkat tersebut disebut-sebut sebagai ponsel lipat pertama Apple. Sejumlah rumor menggunakan nama iPhone Ultra maupun iPhone Fold. Namun, Apple sendiri belum mengonfirmasi nama resminya. Menjelang acara tersebut, bocoran terbaru mulai mengarah pada harga yang sangat premium. Informasi yang diklaim berasal dari kontak operator Vodafone Australia menyebut harga tertinggi dapat mencapai 4.699 dollar Australia. Dengan kurs sekitar Rp12.703 per dollar Australia, nilainya mendekati Rp60 juta. Jika bocoran ini akurat, Apple tampaknya ingin menempatkan perangkat lipatnya di kelas yang berbeda dari iPhone reguler.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Segera Rilis, Kapan Masuk Indonesia? Ini Perkiraan Jadwalnya

Tiga Kapasitas Penyimpanan Mulai Bermunculan dalam Bocoran

Informasi terbaru menyebut iPhone Lipat akan tersedia dalam tiga pilihan kapasitas penyimpanan. Model awal dengan memori 256 GB diprediksi memiliki harga 3.699 dollar Australia atau sekitar Rp47 juta. Kemudian, model 512 GB disebut mencapai 4.199 dollar Australia atau sekitar Rp53,3 juta. Sementara itu, varian tertinggi dengan penyimpanan 1 TB diperkirakan menyentuh 4.699 dollar Australia. Jika dikonversikan, nilainya sekitar Rp59,7 juta. Perbedaan harga antarvarian memang cukup besar. Namun, strategi tersebut bukan sesuatu yang asing dalam jajaran produk premium. Kapasitas penyimpanan lebih besar biasanya menjadi salah satu pembeda utama pada model dengan posisi tertinggi.

Bocoran Harga dari Berbagai Negara Menunjukkan Arah Serupa

Prediksi harga tinggi tidak hanya muncul dari Australia. Rumor yang beredar di Eropa memperkirakan iPhone Lipat akan memiliki harga awal sekitar 2.000 euro. Sementara itu, bocoran dari China mengarah pada harga sekitar 14.999 yuan untuk konfigurasi awal. Sejumlah analis sebelumnya juga memperkirakan harga perangkat tersebut melampaui 2.000 dollar AS. Bahkan, ada prediksi yang menempatkan harga awal di sekitar 2.399 dollar AS. Konfigurasi dengan penyimpanan lebih besar disebut dapat mendekati 3.000 dollar AS. Angkanya memang belum konsisten. Meski demikian, berbagai bocoran tersebut memiliki satu kesamaan. Apple diperkirakan akan menempatkan perangkat ini sebagai produk super-premium.

Harganya Berpotensi Melampaui iPhone Pro Max

Jika prediksi tersebut terbukti, iPhone Lipat dapat memasuki wilayah harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan iPhone konvensional. Sebagai gambaran, iPhone 17 Pro Max 2 TB diperkenalkan dengan harga 1.999 dollar AS pada September 2025. Sementara itu, beberapa prediksi harga perangkat lipat Apple berada cukup jauh di atas angka tersebut. Perbedaan ini tentu meningkatkan ekspektasi calon pembeli. Mereka tidak hanya mengharapkan layar yang bisa dilipat. Kualitas engsel, daya tahan layar, kemampuan kamera, serta optimalisasi perangkat lunak juga akan menjadi perhatian. Menurut saya, pengalaman penggunaan justru akan menjadi faktor paling menentukan. Harga premium akan lebih mudah diterima apabila desain lipat benar-benar memberikan manfaat baru.

Desain Seperti Buku Disebut Menjadi Pilihan Apple

Dari sisi bentuk, iPhone Lipat dirumorkan menggunakan desain lipat menyerupai buku. Konsep tersebut berbeda dari model clamshell yang melipat secara vertikal. Ketika ditutup, perangkat diperkirakan memiliki layar luar sekitar 5,4 hingga 5,5 inci. Sementara itu, layar utama disebut membentang sekitar 7,8 inci setelah perangkat dibuka. Bentuknya juga diprediksi lebih lebar dan pendek dibandingkan beberapa ponsel lipat lain. Pendekatan tersebut berpotensi membuat layar besar terasa nyaman untuk membaca, menonton video, atau menjalankan beberapa aplikasi. Namun, manfaat sebenarnya akan sangat bergantung pada bagaimana Apple mengoptimalkan sistem operasi untuk format layar tersebut.

Kamera 48 MP dan Baterai Besar Ikut Dirumorkan

Bocoran spesifikasi iPhone Lipat juga mulai mengungkap beberapa komponen penting. Perangkat ini disebut membawa dua kamera belakang dengan resolusi 48 MP. Namun, rumor sementara menyebut kamera telefoto khusus mungkin tidak tersedia. Selain itu, kapasitas baterainya diperkirakan sekitar 4.883 mAh. Baterai akan menjadi bagian penting karena perangkat harus mendukung layar utama berukuran hampir delapan inci. Efisiensi chipset dan optimalisasi perangkat lunak juga dapat menentukan daya tahannya. Meski angka tersebut terdengar menarik, semua spesifikasi masih perlu diperlakukan sebagai rumor. Apple belum mengumumkan konfigurasi perangkat keras secara resmi.

Tantangan Apple Bukan Hanya Membuat Layar Bisa Dilipat

Memasuki pasar ponsel lipat bukan sekadar persoalan membuat layar iPhone Lipat dapat ditekuk. Produsen perlu memperhatikan ketahanan engsel, lipatan pada layar, ketebalan perangkat, hingga bobot. Selain itu, pengalaman perangkat lunak perlu menyesuaikan perubahan ukuran layar secara cepat. Apple memiliki keuntungan karena mengendalikan perangkat keras sekaligus sistem operasinya. Oleh karena itu, integrasi antara keduanya berpotensi menjadi salah satu nilai jual utama. Namun, ekspektasi konsumen terhadap produk Apple juga sangat tinggi. Apalagi, sejumlah produsen Android telah lebih dahulu mengembangkan perangkat lipat selama beberapa generasi.

Pre-order Dikabarkan Bisa Dibuka pada 12 September

Selain harga dan spesifikasi, jadwal penjualan iPhone Lipat turut menjadi bahan spekulasi. Salah satu bocoran menyebut pre-order dapat dibuka pada 12 September 2026. Biasanya, Apple membuka pemesanan iPhone pada Jumat setelah acara peluncuran. Akan tetapi, Jumat setelah acara 9 September jatuh pada 11 September. Tanggal tersebut diperingati sebagai Patriot Day di Amerika Serikat. Karena itu, muncul dugaan jadwal pemesanan dapat bergeser satu hari. Namun, skenario tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi. Jadwal final baru dapat dipastikan setelah Apple mengumumkan detail distribusi perangkatnya.

Baca Juga: PlayStation 1 Kini Hadir dalam Versi Lego, Dirakit dari 1.911 Keping

Kendala Produksi Bisa Membuat Penjualan Lebih Lambat

Ada pula laporan yang menyebut iPhone Lipat mungkin tidak langsung tersedia bersama model iPhone lainnya. Kendala produksi disebut berpotensi membuat pemasaran perangkat dimulai lebih lambat. Dalam skenario tersebut, Apple masih dapat memperkenalkannya pada September. Namun, penjualan luas baru mungkin berlangsung pada Oktober. Hal seperti ini cukup masuk akal untuk sebuah kategori perangkat baru. Layar fleksibel dan mekanisme engsel membutuhkan proses produksi yang lebih kompleks. Selain itu, Apple tentu perlu memastikan kualitas perangkat sebelum mengirimkannya dalam jumlah besar. Karena itu, jeda antara pengumuman dan penjualan bukan sesuatu yang mustahil.

Harga Nyaris Rp60 Juta Membawa Ekspektasi Besar

Banderol mendekati Rp60 juta akan menempatkan iPhone Lipat pada kelompok smartphone dengan konsumen sangat spesifik. Pada harga tersebut, faktor kebaruan saja kemungkinan belum cukup. Pengguna akan mengharapkan kualitas layar tinggi, konstruksi kuat, kamera kompetitif, serta baterai yang mampu mendukung aktivitas sehari penuh. Selain itu, perangkat lunak harus memanfaatkan layar besar secara maksimal. Multitasking, pemutaran video, produktivitas, dan perpindahan aplikasi dari layar luar ke layar utama perlu berjalan mulus. Jika Apple mampu menyatukan semua unsur tersebut, harga tinggi mungkin dapat menemukan pasarnya. Sebaliknya, kekurangan kecil akan terasa lebih signifikan pada perangkat dengan banderol premium.

Apple Event Akan Menjadi Penentu Kebenaran Bocoran

Untuk saat ini, informasi mengenai iPhone Lipat masih berada dalam wilayah rumor dan bocoran. Apple belum mengonfirmasi nama iPhone Ultra atau iPhone Fold. Perusahaan juga belum mengumumkan harga, kapasitas penyimpanan, kamera, baterai, maupun jadwal penjualan perangkat tersebut. Karena itu, prediksi harga nyaris Rp60 juta belum dapat dianggap sebagai banderol resmi. Perhatian kini tertuju pada Apple Event pada 9 September 2026. Jika perangkat lipat benar-benar diperkenalkan, momen tersebut dapat menjadi salah satu perubahan terbesar dalam desain iPhone selama bertahun-tahun. Sampai Apple membuka detailnya, konsumen tetap perlu melihat semua bocoran dengan sikap kritis.